Senin, Desember 31, 2012

ViternaPlus

Viterna Plus produksi Natural Nusantara
VITERNA Plus – Vitamin Ternak Organik merupakan suplemen pakan ternak dari PT Natural Nusantara. Produk vitamin ternak alami ini diolah dari bermacam-macam bahan alami dari hewan serta tumbuhan) yang berguna sebagai penyedia zat-zat yang diperlukan hewan ternak yang memenuhi Aspek K3 (Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian). VITERNA Plus merupakan produk alami sehingga aman untuk kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Manfaat Penggunaan VITERNA Plus Nasa

  1. Meningkatkan kuantitas daging (peningkatan ADG / Average Daily Gain bagi sapi dan peningkatan bobot bagi ayam)
  2. Meningkatkan kualitas daging ternak dengan mengurangi kandungan kolesterol.
  3. Meningkatkan kesehatan hewan ternak (mempertinggi daya tahan tubuh terhadap penyakit)
  4. Memacu enzim-enzim pencernaan hewan ternak.
  5. Menyediakan mineral-mineral esensial maupun non esensial.
  6. Menyediakan bermacam-macam nutrisi alami untuk meningkatkan pertumbuhan hewan ternak seperti protein, vitamin, lemak, dsb.
  7. Menambah kandungan asam lemak didalam rumen atau lambung ternak.
  8. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi pakan (TDN).
  9. Mempercepat pertumbuhan ternak dengan menyediakan hormon pertumbuhan alami.
  10. Meningkatkan nafsu makan hewan ternak.
  11. Mengurangi bau kotoran ayam.

Cara Pemakaian VITERNA Plus:

  • Ternak Besar : Sapi, Kerbau, Kuda, dll. 5-10 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan (Komboran)
  • Ternak Kecil : Kambing, Kelinci, Babi dll. 4-8 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan (Komboran)
  • Ternak Unggas : Ayam, Itik, dll. 1-2 cc/lt air minum setiap hari satu kali.
  • Dapat juga ditambahkan dengan HORMONIK dengan komposisi 1-2 tutup HORMONIK : 1 botol VITERNA Plus
Dapatkan VITERNA Plus Vitamin ternak organik Nasa hanya disini.
Continue reading →

Posted by: Natural Nusantara
Distributor Natural Nusantara, Updated at: 23.14

Senin, Agustus 06, 2012

Natural BVR


Natural BVR merupakan produk pengendali hama & penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara. 
Natural BVR efektif dan efisien terhadap hama sasaran, tidak mematikan musuh alami, selaras keseimbangan alam, mudah dan relatif murah, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, mendukung program pertanian berkelanjutan.
Natural BVR masuk melalui mulut serangga hama, kemudian tumbuh dan berkembang menghancurkan sistem organ dari dalam. BVR menempel pada kulit hama dan mengeluarkan enzim (Kitinase, Protease, Lipase) untuk menghancurkan kulit. 
BVR mengeluarkan racun (Beauvericin, Beauveroilides, Asam oksalat) untuk membunuh hama. Miselium tumbuh secara progresif dan muncul badan buah berwarna putih pada hama yang mati, jika hama terinfeksi tersinggung hama sehat, maka hama akan tertulari, penularan dapat melalui angin. Kematian hama berkisar + 4-8 hari setelah terinfeksi BVR.

MENGAPA MENGGUNAKAN BVR
  1. Efektif dan efisien terhadap hama sasaran 
  2. Tidak mematikan musuh alami 
  3. Selaras keseimbangan alam, mudah dan relatif murah 
  4. Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan 
  5. Mendukung program pertanian berkelanjutan

TANAMAN
Padi,Cabai, Tomat, Kacang panjang, Buncis, Semangka, Kentang, Bawang Merah & Daun, Kubis, Apel, Mangga, Coklat

HAMA

  1. Wereng (Nilaparvata sp.; Nephotettix sp.; Sogatella sp.), Penggerek batang padi ( Thryporhiza sp.;Chilo supressalis), Walang sangit (Leptocorixa accuta) (sasaran utama)
  2. Thrips sp.; Aphis sp.; Tungau, Myzus sp.( sasaran lainnya) 
  3. Kutu daun Thrips sp. ; Tungau ( sasaran lainnya)
  4. Thrips sp. ; Myzus persicae ( sasaran lainnya) 
  5. Plutella xylostella ( sasaran lainnya)
  6. Aphis sp.; Thrips ( sasaran lainnya)
  7. Thrips sp.; Myzus sp.; Kutu dompolan ( sasaran lainnya)
  8. Penggerek Buah Coklat (PBK) ( sasaran lainnya)

MEKANISME KERJA BVR


  • BVR masuk melalui mulut serangga hama, kemudian tumbuh dan berkembang menghancurkan sistem organ dari dalam.  
  • BVR menempel pada kulit hama dan mengeluarkan enzim (Kitinase, Protease, Lipase) untuk menghancurkan kulit. 
  • BVR mengeluarkan racun (Beauvericin, Beauveroilides, Asam oksalat) untuk membunuh hama. Miselium tumbuh secara progresif dan muncul badan buah berwarna putih pada hama yang mati, jika hama terinfeksi tersinggung hama sehat, maka hama akan tertulari, penularan dapat melalui angin. Kematian hama berkisar + 4-8 hari setelah terinfeksi BVR.

PETUNJUK PENGGUNAAN

1. Dosis 1-2 gram/liter atau + 100 gram per 1000 m2
2. Semprotkan ke tanaman pada sore hari
3. Bisa dicampurkan dengan POC NASA atau Hormonik

PERINGATAN
1. Jangan dicampur dengan pestisida lain.
2. Simpan ditempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Continue reading →

Posted by: Natural Nusantara
Distributor Natural Nusantara, Updated at: 07.00

Minggu, Agustus 05, 2012

HORMONIK

HORMONIK memacu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman untuk mendapatkan hasil panen optimal. HORMONIK mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik terutama Auksin, Giberelin dan Sitokinin, di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman. HORMONIK tidak membahayakan ( aman ) bagi kesehatan manusia maupun binatang.

CARA PAKAI :
  1. Dosis : 1 – 2 cc HORMONIK per 1 liter air. 
  2. Penggunaan lebih optimal jika dicampur dengan POC NASA( dosis 1 ttp HORMONIK + + 3 ttp POC NASA ) per tangki. 
  3. Penggunaan dengan cara disemprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata. 
  4. Tanaman semusim : mulai pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi, yaitu sebelum berbunga/ berumbi (3-6 kali semprot). Penggunaan semenjak awal tanam lebih baik. 
  5. Tanaman tahunan : 2-4 bulan sebelum berbunga/berbuah ( 3-6 kali semprot). 
  6. Unggas : 1 botol (500 cc) POC NASA / VITERNA Plus + 1 – 2 tutup HORMONIK, kemudian 1-2 cc campuran POC NASA/VITERNA Plus + HORMONIK dilarutkan dalam 1 liter air minum diberikan ke unggas (ayam) setiap hari satu kali.
Keguanaan :
1. Mempercepat proses pertumbuhan tanaman.
2. Memacu dan meningkatkan pembungaan serta pembuahan.
3. Mengurangi kerontokan bunga dan buah.
4. Membantu pertumbuhan tunas .
5. Membantu pertumbuhan akar
6. Memacu pembesaran umbi.
7. Meningkatkan keawetan hasil panen.
8. Memacu dan meningkatkan bobot unggas/ternak.

Continue reading →

Posted by: Natural Nusantara
Distributor Natural Nusantara, Updated at: 19.00

Sabtu, Agustus 04, 2012

AERO - 810

AERO-810 merupakan perekat-perata-pembasah terutama bagi pestisida (fungisida-insektisida-herbisida) juga untuk pupuk cair dengan fungsi antara lain :
  1. Meningkatkan efektifitas / daya kerja penyemprotan pestisida, pupuk dan hormon dengan melekatkan dan meratakan butiran semprot pada daun sehingga tidak mudah menetes/hilang dan tercuci oleh hujan. 
  2. Menghemat pestisida, pupuk, hormon karena lebih banyak dan lama melekat /diserap di daun. 
  3. Meningkatkan daya kerja pestisida untuk hama berperisai dan yang kulitnya mengandung lapisan lilin. 
  4. Membantu membersihkan alat semprot dan tidak mengakibatkan penyumbatan nosel.
AERO-810 tidak banyak membentuk buih/busa, bersifat biodegradable, terurai secara alami sehingga aman bagi lingkungan. l

Mekanisme Kerja :
AERO-810 adalah bahan pencampur pestisida (insektisida, fungisida, herbisida) atau pupuk cair agar tegangan permukaan air menjadi rendah sehingga pestisida/pupuk cair menyebar lebih rata, menempel lebih kuat dan meresap lebih cepat di daun.
Continue reading →

Posted by: Natural Nusantara
Distributor Natural Nusantara, Updated at: 19.00

Jumat, Agustus 03, 2012

POP SUPERNASA

SUPERNASA 3kg dan 250gr

POP SUPERNASA merupakan Formula alami (organik) khusus untuk memperbaiki kerusakan tanah secara fisik (menggemburkan), secara khemis (menyediakan semua unsur hara essensialbagi tanaman) dan cesara biologis (membantu perkembangan mikroorganisme tanah bermanfaat bagi tanaman). POP SUPERNASA dapat mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK kimia (urea, SP-36, dan KCl).

Formula khusus tanaman yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi :
A. Fungsi utama :
1. Memperbaiki lahan-lahan yang rusak :
  • Meningkatkan kesuburan fisik : memperbaiki tanah yang keras berangsur angsur menjadi gembur. 
  • Meningkatkan kesuburan khemis : memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap bagi tanaman. 
  • Meningkatkan kesuburan biologis : membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
2. Mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK kimia ( Urea, SP-36 dan KCl ) sebesar + 25% - 50%.

B. Fungsi lain :
  1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman.
  2. Melarutkan sisa - sisa pupuk kimia dalam tanah, sehingga dapat dimanfaatkan tanaman kembali.
  3. Memacu pertumbuhan tanaman, merangsang pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah. 
 Untuk kesaksian pengguna, silahkan lihat halaman Kesaksian.
Continue reading →

Posted by: Natural Nusantara
Distributor Natural Nusantara, Updated at: 16.21

Merawat Tanaman Albasia/Sengon

Tanaman Albasia merupakan jenis tanaman jangka panjang yang memerlukan perawatan khusus secara kontinyu pada usia 1 sampai dengan 3 tahun pertama masa budidaya. Selama kurang lebih 3 tahun atau kira-kira tanaman tersebut sudah hampir mencapai lingkaran gelang tangan orang dewasa tanaman sengon membutuhkan perawatan yang meliputi : pemupukan, penyiangan, dan penggemburan tanah di sekitar pohon albasia tersebut. Perawatan tersebut sangatlah diperlukan karena pada masa 1 s/d 3 tahun merupakan masa pertumbuhan yang sangat baik sekaligus rawan sehingga perawatan sangatlah penting untuk dilakukan secara berkala.

Pemupukan
Untuk pemupukan biasanya di lakukan pada usia 30 hari setelah penanaman. Hal ini penting mengingat akar tanaman sudah mulai tumbuh dan mulai menyerap unsur hara atau pupuk yang ada. Adapun untuk pupuknya bisa menggunakan pupuk jenis organik maupun anorganik dengan dosis yang cukup. Untuk interval pemupukan sendiri di lakukan 1 tahun 2 kali, yaitu sekitar 6 bulan sekali.

Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sengon bisa digunakan pupuk organik SUPERNASA. Pupuk SUPERNASA merupakan pupuk organik berbentuk padat (seperti pasir yang akan larut apabila tercampur air) produksi dari PT Natural Nusantara. Pupuk SUPERNASA merupakan formula alami yang khusus menyediakan semua unsur hara essensial bagi tanaman. Selain itu fungsi dari pupuk SUPERNASA adalah membantu meningkatkan dan memperbaiki kualitas tanah secara fisik dan khemis. Secara biologis pupuk SUPERNASA sangat membantu perkembangan mikroorganisme di dalam tanah yang bermanfaat bagi tanaman. Di samping itu pupuk SUPERNASA juga dapat mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK sekitar 25% - 40%.

Secara lebih spesifik pupuk SUPERNASA sangat berperan dalam meningkatkan kualitas produksi tanaman, membantu melarutkan sisa pupuk kimia dalam tanah sehingga dapat dimanfaatkan kembali oleh tanaman, serta memacu pertumbuhan tanaman. (Klik di sini untuk melihat spesifikasi produk SUPERNASA).

Penyiangan
Ada pun untuk penyiangan pun sangat penting dilakukan, meng├Čngat biasanya tanaman albasia yang masih kecil biasanya tidak kuat apabila dirambati terlalu banyak rumput merambat atau rumput galunggung. Jadi hal ini pun penting dilakukan secara berkala sebulan sekali, mengingat rumput tersebut daya rambatnya yang cepat.

Penggemburan Tanah
Penggemburan tanah atau pendangiran di sekitar tanaman tersebut juga sangat diperlukan sampai tanaman albasia tersebut berumur 1 tahun. Hal ini bertujuan agar akar tanaman dapat leluasa dan lebih mudah menjangkau unsur hara di dalam tanah. Biasanya penggemburan tanah dilakukan dengan cara dicangkul di sekitar tanaman dengan jarak 0.5 meter. Dan akan sangat baik apabila tanah yang telah digemburkan tersebut selanjutnya ditimbun pupuk kandang matang yang telah dicampur dengan GLIO.

GLIO sendiri merupakan pengendali hama dan penyakit alami yang diformulasikan secara khusus untuk membantu mengendalikan dan mencegah serangan jamur pada akar tanaman sengon yang sering membuat tanaman albasia muda mati. (Klik di sini untuk melihat spesifikasi dan kegunaan produk GLIO)


Penyemprotan
Penyemprotan juga penting pada tanaman usia di bawah 1 tahun. Hal ini agar tanaman terhindar serangan hama cendawan yang biasanya menyerang pada ujung atau pucuk tanaman sengon. Sehingga penyemprotan pestisida baik organik maupun kimia juga penting dilakukan secara berkala sebagai aktivitas pengontrolan secara rutin.

Penyemprotan pestisida ini bisa dibarengi dengan penyemprotan pupuk daun, terutama pada tanaman muda di bawah usia 1 tahun. POC NASA merupakan pupuk daun yang sangat direkomendasikan dalam hal ini. POC NASA dirancang secara khusus terutama untuk mencukupi kebutuhan nutrisi lengkap pada tanaman sengon muda. Di mana POC NASA ini mampu memberikan semua jenis asupan unsur makro dan unsur mikro lengkap melalui stomata daun. (Untuk melihat spesifikasi produk POC NASA bisa klik disini)

Disarankan apabila hendak melakukan penyemprotan pupuk daun sebaiknya dilakukan pada pagi hari di bawah jam 10.00. Sebab pada waktu tersebut adalah situasi di mana kondisi stomata (mulut daun) terbuka untuk melakukan fotosintesis atau pemasakan nutrisi. Sehingga apabila penyemprotan tersebut dilakukan pada pagi hari, maka nutrisi yang disemprotkan pada tanaman akan langsung dimasak oleh daun dan dimanfaatkan untuk pertumbuhannya.

Demikian beberapa cara perawatan tanaman albasia berdasarkan hasil pengalaman dari banyak petani dan pengusaha budidaya tanaman sengon atau albasia yang sukses. Semoga bermanfaat.

Continue reading →

Posted by: Natural Nusantara
Distributor Natural Nusantara, Updated at: 16.09

Kamis, Agustus 02, 2012

Pertanyaan Seputar Pupuk NASA


BEBERAPA PERTANYAAN SEPUTAR PUPUK DAN BUDIDAYA TANAMAN DENGAN PRODUK NASA

  • Dosis , cara dan waktu aplikasi prod NASA untuk sawit yang sudah berbuah?
Dosis ideal 3,5-5 kg POWER NUTRITION per 4-6 bulan sekali , diawal musim hujan dan diakhir musim hujan, dengan cara dikocor, atau ditabur ke piringan (bersama atau tidak dengan NPK).
  • Bisakah memupuk sawit dengan POWER tanpa menggunakan air?
Prinsip memupuk agar bisa diserap oleh tanaman adalah ketersediaan air ditanah (kadar air dalam tanah). Jika tanah cukup lembab , efisiensi pemupukan Makro ataupun dengan POWER akan cukup tinggi, sebaliknya jika kadar air tanah sangat rendah (karena kemarau panjang) sebaiknya pemupukan dengan system pengocoran atau menunda pemupukan dahulu.
  • Kelapa sawit produksi sudah lama tidak dipupuk/ diurus, dosis NASA berapa dan efek berapa lama?
Melihat kasus diatas sebaiknya aplikasi pupuk yang ideal adalah 3,5 ? 5 kg SUPERNASA atau POWERNUTRITION dan dengan NPK atau pupuk makro majemuk dengan dosis rekomendasi dari dinas pertanian setempat dengan cara ditaburkan (jika kadar air tanah cukup) atau dikocorkan jika tanah kering dengan air 5 liter per pokok.Efek pupuk bagi tanaman dipengaruhi antara lain oleh kondisi keasaman tanah, kadar air tanah, genetika tanaman , sejarah pemupukan lahan dll. Untuk pengalaman untuk tanaman sawit pengaruh pemupukan akan tampak antara1-4 bulan tergantung kondisi stress tanaman tersebut.
  • Tanaman sawit kuning di rawa bagaimana aplikasi dengan prod NASA?
Untuk mengatasinya harus bersama2 lakukan teknis sebagai berikut :
Buat parit parit drainase, bersihkan piringan dan rintis, lakukan pemupukan dengan dolomit , lakukan pemupukan 1 bulan setelah aplikasi dolomit dengan pupuk TSP/SP36, atau pupuk NPK/MAKRO, yang dicampur dengan SUPERNASA yang memiliki daya kerja terbaik sebagai pembenah tanah.
  • Bagaimana komposisi produk NASA terbaik untuk tanaman sawit produksi yang ditanam ditanah rawa (rendahan) ?
Gunakan SUPERNASA 2,5 kg dan POWER NUTRITION 2,5 kg per hektar per 6 4-6 bulan sekali.
  • Berapa pengurangan pupuk makro yang ?aman ?jika sudah menggunakan POWER NUTRITION 3,5 ? 5 kg per hektar per 6 bulan?
Pengurangan sebaiknya maksimal 50% dari dosis rekomendasi setempat.
  • Bagaimana aplikasi produk NASA jika disemprotkan pada bibit sawit dan sawit dibawah 2 tahun?
Untuk penyemprotan di pembibitan gunakan POC NASA 4-5 tutup dan HORMONIK 1 tutup per tangki merata . dan untuk tanaman TBM disemprotkan per tangki untuk 10-15 tanaman
  • Berapa persen kenaikan Kelapa Sawit yang menggunakan Produk NASA?
Perlu ditekankan bahwa yang berpengaruh terhadap peningkatan produksi bukan hanya produk NASA saja, namun banyak faktor lain termasuk pupuk Makro, air, genetis tanaman, hama penyakit, iklim,sejarah lahan, dll. Pengalaman berkisar antara 25% bahkan ada yang 150%.
  • Apa keistimewaan produksi sawit yang telah menggunakan produk NASA POWER NUTRITION?
Berbuah lebih kontinyu/ tidak terlalu mengalami trek buah seperti halnya tanaman sawit umumnya, ekstraksi lebih tinggi,berat janjang lebih berat, umur produksi lebih panjang, tanaman lebih cepat dewasa.
  • Untuk pemupukan pohon kelapa kira2 pupuk yang digunakan apa saja ? dan berapa kira2 dosis untuk 1 pohon?
Untuk kelapa yang produksi POWER NUTRITION per pokok 25-30 gram, 2-3 kali pertahun. Dalam setiap aplikasi bisa dicampurkan dengan makro . Dosis Makro berkisar : Urea 0,75-1,5 kg., TSP 0,25-1 kg, KCl 1,25-2 kg, per batang pertahun.
  • Produk NASA yang berguna untuk membusukkan jerami itu apa namanya?
Pembusukan jerami bisa dipercepat dengan penggunaan Supernasa yang dikocorkan dan ditaburkan dolomit di atas tumpukan jerami yang akan dibusukkan. Dan menutup tumpukan tersebut dengan plastik / seresah/daun 2 kelapa
  • Apakah dalam aplikasinya POWER NUTRITION bisa dicampur dengan pupuk makro/pupuk kimia?
POWER NUTRITION / produk pupuk dari NASA mengandung unsur mikro, sedangkan untuk kebutuhan tanaman juga membutuhkan pupuk makro, sehingga dalam aplikasi produk NASA sangat disarankan Bapak masih tetap menggunakan pupuk makro/kimia.
  • Apakah POC + Hormon dapat diaplikasikan pada padi yang sudah lewat masa pemupukan? Apakah masih akan diserap tanaman dan memberikan hasil?
POC NASA dan hormonik maupun jenis pupuk lain akan bisa diserap optimal selagi tanaman tumbuh vegetatif. Saat fase generatif, efek / efisiensi pemupukan sudah sangat rendah, meskipun masih bisa .
  • Apakah sekarang NASA mengeluarkan pupuk organik serbuk yang dalam aplikasinya tidak lagi menggunakan urea?
Produk pupuk terbaru dari NASA adalah GREEN STAR yang organik , dengan kandungan unsur 2 mikro, hormon dan sedikit makro dan berbentuk serbuk, namun di lapangan kami menyarankan tetap menggunakan pupuk makro.
  • Perendaman benih padi dengan POC waktunya berapa lama?
1-2 cc/liter air dan direndam 12 jam.
  • Untuk mengatasi cabe yang kriting bgmn ?
Cabe terkena serangan trips atau apids. Untuk itu perlu dilakukan penyemprotan dengan pentana, 3 hari sekali, dan untuk pencegahan serangan jenis hama yang lain bisa gunakan pestona.
  • Jika NASA dipakai bersamaan dengan PESTONA kapan waktu yang baik untuk penyemprotan ?
Jika NASA dicampurkan dengan PESTONA kami sarankan untuk disemprotkan di pagi hari untuk efektifitas PESTONA dan efisiensi pemupukan.
  • Produk apa saja yang efektif untuk memacu buah naga + aplikasinya?
POWERNUTRITION 20-25 gram per tiang dengan interval 4-6 bulan sekali , dan penggunaan Makro jangan lupa, bisa dikocorkan bersama makro atau sendiri-sendiri
  • Dalam aplikasinya bisakah POC NASA dicampur dengan pupuk biologi agrobost mikroba dan bakteri?
Meskipun bisa, namun untuk mengetahui peranan pupuk NASA akan sulit disitu, karena perbedaan cara kerja dan pengaruh terhadap lingkungan, kami sarankan memisahkan produk NASA dengan produk yang bapak sebut.
  • Untuk penanaman bawang merah pupuk apa saja yang digunakan produk NASA?
Supernasa untuk pupuk dasar, POC NASA dan HORMONIK untuk penyemprotan
  • Unsur Mo itu apa?
Merupakan unsur (Molibden) yang dibutuhkan untuk enzim reduktase NO3?, dan juga dibutuhkan untuk bakteri simbiotik yang menyemat N2 dalam bintil kacang- kacangan.
  • Sawit 2 hektar, umur 3 tahun tidak diurus, pupuk apa yang dipakai dan bagaimana proses aplikasinya?
Pemupukan lengkap, dan berimbang . Gunakan NPK / makro, , Dolomit dan Mikro (SUPERNASA dan POWERNUTRITION). Dosis SUPERNASA 2,5 kg SUPERNASA, dan 2,5 POWERNUTRITION untuk 1 ha tanaman dengan interval 3-6 bulan sekali.
  • Untuk perangsang jamur pakai prodak apa kalau dari NASA ?
POC NASA
  • Pengolahan brambang luas 250 m sprk, NASA, Glio berapa?
NASA 1 botol., SUPERNASA 1 botol, Glio 1 pak
  • Untuk tanaman Hydroponik produk dari NASA yang bisa digunakan apa?
Produk yang digunakan NASA dengan konsentrasi rendah 1 tutup untuk 20- 30 liter air.
  • Bagaimana aplikasi dan apa saja produk NASA yang dipakai untuk lahan yang 1 tahun sekali terkena air asin.
Taburkan merata dolomit 10-20 kg/1000 m? dan kocorkan SUPERNASA 1 kg/1000 meter persegi, dan sebisa mungkin dilakukan pengolahan tanah, agar reaksi pupuk yang kita berikan bisa rata.
  • Pupuk buah (POWER NUTRITION) 500 gr untuk berapa meter ? pak?
Untuk tanaman buah semusim bisa untuk 1000 m?, untuk tanaman buah tahunan bisa dilihat di label produk , karena tergantung ukuran diameter batangnya, namun kira? berkisar 30-50 gram atau (3-5 sdm) per batang.
  • Untuk perkebunan coklat, sebaiknya 1 botol Hormonik untuk berapa pohon, dan bagaimana aplikasinya.
Kebutuhan Hormonik untuk 1 hektar Kakao (asumsi 1 hektar 300-400 pokok) kurang lebih 400 ml (4 ) botol atau 1 botol HORMONIK untuk 75-100 batang kakao dengan cara dikocorkan disekitar pokok (jarak 1-2 meter dr batang)
  • Untuk lahan yang kena limbah bekas pengeboran pertamina sudah 4 kali penanaman gagal terus, daunnya kering dan mati. Kira2 harus bagaimana penanggulangannya dengan produk NASA?
Penggunaan Dolomit diperlukan untuk menetralkan PH, dan pengocoran SUPERNASA dengan dosis 2-3 kali lipat dosis umum/biasanya cukup membantu untuk mengatasi permasalahan tanah-tanah eks tambang.
  • Semprot POC di tanaman bisa tidak dicampur dengan pupuk kimia dalam 1 tangki (15 liter) ?
Bisa hanya perlu diperhatikan pupuk kimianya jangan terlalu banyak (terutama Urea) karena daun bisa terbakar , cukup NPK 1/3-1/2 sendok makan pertangki dan coba dulu dengan takaran yang kurang lebih dengan ukuran tadi .
  • Apakah tanaman cengkeh bisa panen diluar musim kalau pakai POC NASA , SUPERNASA, dan HORMONIK, dan bagaimana caranya?
Untuk tanaman cengkeh membutuhkan syarat terutama iklim selain syarat-syarat lain yang juga tidak kalah penting. Produk NASA mampu mencukupi sebagian syarat-syarat tadi (terutama unsure hara Mikro, Hormon ,dan AS, organic tanah), namun untuk syarat yang lain seperti ketinggian tempat, air, bunsur makro juga harus dicukupi agar cengkeh bisa berbuah diluar musim. Namun setidaknya dengan menggunakan produk NASA mampu meningkatkan produksi cengkeh, sehingga mampu memberikan keuntungan lebih tinggi bagi petani.Caranya dengan menggunakan pupuk NASA dengan rutin, dan penyiraman yang cukup sehingga faktor intern dalam tanaman itu sendiri tidak menjadi factor penghambat lagi untuk berbuah (bahkan di luar musim) jika syarat yang lain sudah tercukupi.
  • Apakah ada efek negative jika tanaman padi yang berumur 25 hari dikasih dolomite 25 kg, SUPERNASA 2 botol, dan POWERNUTRITION 2 botol , KCl 10 kg pada lahan 2100 meter, karena saat olah lahan tidak pakai.
Bisa saja pak meskipun untuk Dolomit dan SUPERNASA sebaiknya sejak awal olah tanah (karena sifatnya yang lambat tersedia) , sedangkan untuk POWER NUTRITION dan KCL bisa diberikan saat padi sudah mulai muncul bunga (akhir masa pertumbuhan vegetatif)
  • SUPERNASA bisa tidak untuk mempercepat proses pematangan pupuk kandang mentah?mohon dosis dan rekomendasi aplikasinya.
Produk NASA bukan berbasiskan teknologi bakteri sehingga bukan sebagai penghancur pupuk kandang, namun produk NASA (SUPERNASA) bisa berperan sebagai media yang disukai oleh dekomposer, sehingga secara tidak langsung mempercepat pertumbuhannya dan mempercepat proses penghancuran bahan organik, serta menyediakan nutrisi2 yang sudah dalam bentuk siap pakai oleh tanaman. Cara yang bisa dilakukan dengan menaburkan/mengocorkan 5-10 sendok makan secara merata pada tumpukan pupuk kandang/kompos yang akan diperam.
  • Karena saya lihat di VCD kalau sawit bisa dipanen bila sudah berumur 3 tahun. Apakah karet juga sama..bisa disadap sebelum 7 tahun pakai produk NASA?
Prinsipnya tanaman akan berproduksi jika sudah memasuki masa produksi yang umumnya tanaman sawit 30 bulan setelah tanam, dan karet 5 tahun keatas. Penggunaan produk NASA mampu mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga lebih cepat mencapai masa dewasa dan berproduksi. Pengalaman menggunakan produk NASA untuk sawit 30 bulan bisa panen (tanpa mengalami pembuangan buah pasir) dan karet bisa tepat umur 5 tahun (karena diameter batang sudah memenuhi persyaratan)
  • Kakak saya punya sawit umur 8 bulan. Produk NASA apa yang cocok untuk sawit yang berumur 8 bulan?
Pergunakan POC NASA dan HORMONIK (4-5 : 1 tutup per tangki) untuk penyemprotan daun 1-2 bulan sekali, dan SUPERNASA 3,5 kg/hektar per 6 bulan bisa dikocorkan atau ditaburkan bersama NPK.
  • Kalau POWER dicairkan apa bisa disemprotkan pada tanaman coklat pak?
Untuk menyemprot lewat daun kita sudah ada POC NASA dan HORMONIK, meskipun POWER bisa juga disemprotkan dengan konsentrasi rendah, namun untuk ketepatan sasaran dan cara kerjanya kami sarankan kocor atau tabur saja ke tanah.
  • SUPERNASA, POC NASA ,HORM, AERO dan BVR dicampur dan disemprotkan basah pada tanaman coklat apa bisa pak? Mohon keterangan. Tks
Semua bisa dicampur kecuali jika bertemu antara BVR dengan AERO. Karena BVR berbahan makhluk hidup tidak boleh dicampur dengan AERO.
  • Mohon informasi cara penggunaan POWER NUTRITION terhadap tanaman padi sawah tks.
Penggunaan POWER NUTRITION untuk padi sawah sebaiknya dilakukan ketika tanaman padi sudah berusia 40 hari, dengan mencampur dan menaburkan POWER dengan KCl ke lahan , yaitu saat pemupukan KCl akhir.
  • Sawah yang kurang sinar matahari / pinggir hutan hasilnya kurang baik. Bagaimana dengan penggunaan pupuk NASA?
Untuk mendapat hasil produksi yang optimal, tanaman membutuhkan syarat-syarat tumbuh antara lain sinar matahari, air, pupuk (NPK atau NASA) dll. Sehingga jika salah satu syarat tidak terpenuhi tanaman tidak akan menghasilkan sesuai dengan potensinya, termasuk dalam hal ini sinar matahari sangat utama bagi tanaman yang berhijau daun seperti padi.
  • Semangat pagi Pak! Untuk sawit 2 hektar, umur 16 tahun, pemupukan yang efektif untuk POC NASA dan HORMONIK, SUPERNASA bagaimana?
POC NASA, HORMONIK, dan SUPERNASA bisa dikocorkan ke tanaman dengan dosis 2 botol POC, 1 -2 botol HORMONIK, dan 2 botol SUPERNASA per 2 bulan. Namun sebenarnya kita ada produk yang lebih praktis yaitu dengan POWERNUTRITION bisa ditaburkan / dikocorkan bersama atau tanpa NPK , dengan kebutuhan untuk umur 16 tahun 5 kg/ ha/ 4-6 bulan sekali.
  • Apa bisa hanya menggunakan SUPERNASA untuk tanah yang sedikit mengandung pasir tuk tanaman cabai? Berapa dosisnya untuk 1000 m2?
Sebaiknya bukan hanya SUPERNASA saja tetapi juga menggunakan pupuk Makro. Karena kebutuhan unsur hara tanaman meliputi Makro, Mikro dan juga hormon. Kebutuhan SUPERNASA untuk tanah pasir 0,5-1 kg / 1000 m.
  • Bagaimana kalau POC NASA atau HORMONIK untuk manusia berbahaya atau tidak?
Meskipun bisa dikonsumsi manusia (terbukti di ternak dan ikan tidak bermasalah) karena telah melewati tahapan proses piruvatisasi tingkat III , namun tidak disarankan untuk manusia karena asal bahan dan proses pembuatannya tidak layak untuk manusia.
  • Dalam ketinggian 2500 m dpl, masa panen cabe lebih lama yaitu panen perdana 4 bulan. Kalau dipacu dengan HORMONIK atau POWER NUTRITION bagaimana?
Pertumbuhan dan produksi optimal suatu tanaman budidaya dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain pupuk,hormon, air, cahaya, genetis dll. Penggunaan pupuk apapun tidak akan berpengaruh signifikan jika syarat-syarat tadi tidak tercukupi.Namun jika syarat-syarat lain tercukupi misalnya pemilihan bibit yang tahan ketinggian dan suhu rendah, tyahan penyakit maka penggunaan produk NASA akan menunjukkan hasil yang optimal pada cabe bapak.
  • Lebih bagus manakah pemberian pupuk ZA dengan pemberian Dolomit untuk pertumbuhan tanaman?
Pupuk ZA dan Dolomit sama sama merupakan pupuk Makro, namun berbeda kandungan unsur dan cara kerja, sehingga tidak bisa diperbandingkan.
  • Apakah kalau kita memakai pupuk NPK ditambah pupuk ZA kebutuhan tanaman dari unsur hara Ca, Mg sudah tercukupi tanpa pemberian dolomit atau kaptan ?
Tergantung dari jumlah dan keberadaan unsur tersebut di tanah, dan untuk ZA bukan pupuk yang mengandung Ca dan Mg
  • Kebun karet per hektarnya perlu berapa macam produk NASA? Per pohon berapa takarannya?
Untuk karet yang sudah produksi gunakan 5 kg SUPERNASA per hektar per 4-6 bulan, atau kisaran 30-35 gram per pokok.
  • Untuk pemupukan rabuk kandang sebaiknya dicampur apa ya..pada tanaman bawang merah dan dilakukan pada waktu bawang merah umur berapa?
Glio 1 pak yang dicampur rata dengan pupuk kandang 25-30 kg dan diperam
  • Pak untuk mendapat hasil sampai kira-kira 15 ton, pupuk NASA yang digunakan per hektar biasanya berapa? Terus jenisnya apa saja?
Produk NASA yang bisa digunakan antara lain SUPERNASA 5 kg, POWER NUTRITION 5 kg, POC NASA 5-7 liter, dan HORMONIK 1 liter, dan penggunaan NPK yang sesuai dengan standar rekomendasi dinas pertanian setempat. Namun perlu diperhatikan bahwa syarat lain selain pupuk masih sangat banyak misal air, jenis bibit, ketinggian tempat, panjang penyinaran, hama penyakit dll, sehingga pengalaman produk NASA yang bisa dipergunakan bisa menghasilkan hasil tinggi adalah juga karena faktoir lainnya mendukung.
  • Kami punya mangga dan sudah 2x berbunga, tetapi setiap berbunga, selalu rontok, tidak pernah menjadi buah..kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana solusinya ?
Rontoknya bunga / buah pada mangga bisa karena kurang hormon, kurang unsur kalium , kekeringan , atau hama penyakit. Gunakan POWER NUTRITION rutin 2-3 sdm + NPK 2-3 sdm per aplikasi, 1-2 bulan danjangan sampai kekeringan, dan pencegahan hama penyakit terutama penggerekbatang dan buah dengan BVR.
  • Bagaimana aplikasi GREEN STAR?
Sama dengan penggunaan POC NASA dan HORMONIK yaitu 1 sacchet GREEN STAR dituang ke tangki, masukkan air 14-15 liet dan semprotkan untuk daun tanaman pada pagi hari. Kebutuhan untuk luasan 1000 m? (tanaman semusim) sekali semprot 3 sachet atau 1 pack.
  • Untuk pohon albasia yang tumbuhnya lambat (kerdil) sebaiknya pakai pupuk apa dan bagaimana caranya, berapa ukurannya?
Tanaman albasia kerdil bisa juga karena bibitnya yang kurang bagus, media di bawah ada terhambat batu, ataupun terjadi hambatan penyerapan unsur hara / pupuk yang diberikan. Untuk sebab yang ketiga , bisa bapak lakukan pemupukan dengan SUPERNASA 1 sdm + NPK 1 sdm + POC NASA dan Hormonik masing 2 1 tutup per 5 liter air. Kocorkan 0,5-1 liter ke bagian bawah tanaman (piringan 1 bulan sekali) , dan usahakan tanaman jangan kekeringan agar pupuk dapat terserap.
  • Pestona, Vireksi, NASA,HORMONIK, POWER , SUPERNASA , dengan dosis kecil dalam botol dicampur untuk semprot bawang merah bagaimana?
VIREKSI (karena berbahan dasar Virus) tidak bisa dicampur PESTONA atau pestisida lain, namun bisa dicampur sengan produk pupuk diatas. Silahkan pilih salah satu menunda penyemprotan VIREKSI nya atau PESTONAnya
  • Bagaimana cara pemupukan mangga yang udah berumur 7 tahun tidak dipelihara, supaya buahnya banyak?
Langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah memangkas daun (pangkas bentuk pohon) agar bisa berbentuk baik dan bercabang produksi lebih banyak. Kedua lakukan pemupukan dengan Dolomit 0,25 kg bisa dengan cara dikocorkan atau ditaburkan di piringan. Kemudian setelah 15 hari bisa kita pupuk dengan NPK 0,25 kg + produk NASA , kami sarankan dengan POWER NUTRITION 3 sdm . Kemudian penyiraman yang cukup agar tanaman bisa menyerap pupuk yang kita berikan. Ulangi lagi 2 bulan kedepan (tanpa dolomit) , dengan tercukupinya unsur hara, hormon dan air, semoga pohon buah bapak bisa cepat berbuah
  • Pestisida kimia (DECIS/MIDOR) apa bisa campurkan di tangki bersama POC NASA dan HORMONIK untuk disemprotkan? Aku pingin bertani cara NASA . apa ada buku panduannya?
Pestisida bisa dicampur dengan produk pupuk dari NASA , namun aplikasi dalam penyemprotan tetap kami sarankan di pagi hari , berakhir sebelum jam 10 karena stomata akan tertutup jika cuaca panas. Untuk buku panduan dari NASA sudah lengkap baik teknis budidaya, hama dan penyakit, peternakan/ perikanan dan kesehatan manusia. Silahkan bapak beli di stokist terdekat.
  • Untuk penyemprotan padi dengan POWER NUTRITION dan HORMONIK yang bagus waktu pagi apa sore?
POWER NUTRITION sebaiknya untuk ditaburkan bukan disemprotkan, namun jika disemprotkan dengan konsentrasi rendah bisa juga. Sebaiknya penyemprotan dilakukan pagi dengan penjelasan sama dengan pertanyaan sebelum ini.
  • Padiku umur 40 hari, apakah habis menyemprot dengan pestisida padiku boleh disemprot dengan NASA - HORMONIK, atau selang berapa hari sesudahnya?
Tidak ada keharusan untuk menunda penyemprotan, karena produk yang bapak akan aplikasikan adalah pupuk. Lain halnya jika setelah pestisida bapak menyemprot dengan BVR.. ini akan mengurangi efektifitas penyemprotan
Continue reading →

Posted by: Natural Nusantara
Distributor Natural Nusantara, Updated at: 21.20

Sabtu, Maret 10, 2012

KELAYAKAN DAN TEKNOLOGI BUDIDAYA KORO PEDANG (Canavalia Sp.)

Balai penelitian Tanaman Kacang – Kacangan Dan Umbi –Umbian

RINGKASAN
Tanaman koro pedang secara botani terbagi kedalam tipe tegak berbiji putih
dengan nama umum Jackbean (Canavalia ensiformis ( L.), dan tipe menjalar berbiji merah dikenal deagan swardbean (Canvalia gladiata ( Jack ). Keuntungan tanaman ini adalah: memiliki adaptasi yang luas pada lahan suboptimal, terutama pada lahan kering masam, mudah dibudidayakan secara tunggal atau tumpangsari, cepat menghasilkan biomasa untuk pupuk hijau atau pakan, mengandung protein tinggi, dan bijinya mengandung senyawa beracun toksik berupa Con – Canavalia A yang dapat diolah sebagai obat kanker pada industri farmasi. Umur panjang 9-15 bulan dan tidak dapat dikonsumsi langung mungkin merupakan kelemahan tanaman koto pedang. Hasil biji berkisar 1-4,5 tob ji kering/ha, tergantuung populasi dan teknik produksi dan lingkungan
produksi lainnya.
Adanya senyawa selain Con. Canavalin A, yaitu: Canavalin B, enzyme urease
dan asam amino Canavalin , serta kandungan proten tinggi sering digunalkan dalam industri farmasi, kosmetik dan pangan, serta tersedianya pasar dalam negeri seperti PT. Haldin Pasifik Semesta di Jakarta dan pabrik abon di Suarakarta merupakan peluang Agribisnis yang perlu dimanfaatkan, namun perlu promosi yang intensif.

PENDAHULUAN
Tanaman koro pedang telah lama dikenal di Indonesia, namun konpetisi antar
jenis tanaman menyebabkan tanaman ini tersisih dan jarang ditanam dalam skala luas.
Secara tradisional tanaman koro pedang digunakan untuk pupuk hijau, polong muda, digunakan untuk sayur (dimasak seperti irisan kacang buncis). Biji koro pedang tidak dapat dimakan secara langsung karena akan menimbulkan rasa pusing. 
Biji koro merah digunakan untuk obat sakit dada dan di Madura, koro biji merah digunAkan untuk obat dengan nama Bedus .
Secara botani tanaman koro pedang dibedakan kedalam dua tipe tanaman yaitu :
  • koro pedang yang tumbuh merambat (climbing) dan berbiji merah (Canavalia gladiata (jack) DC) dan koro pedang tumbuh tegak dan berbiji putih (Canavalia ensiformis (L.) DC.). Tipe merambat (Canavalia gladiata) dikenal denagn Swordbean tersebar di Asia Tenggara, India, Myanmar, Ceylon dan negara-negara Asia Timur.
  • Koro pedang tipe tegak/perdu, polongnya dapat menyentuh permukaan tanah sehingga disebut Koro Dongkrak (Jackbean).
Kandungan protein biji koro pedang dan bibi kacang-kacangan lain berturut-turut adalah: 
  • koro pedang biji putih (27,4 %), 
  • koroi pedang biji merah (32 %), 
  • kedelai (35 %) 
  • dan kacang tanah (23,1 %). 
Selain itu, biji koro pedang putih (Canavalia ensiformis) mengandung zat toksik, yaitu: kholin, asam hidrozianine dan trogonelin. Pada biji koro
ini juga mengandung tripsin dan cymotrypcine inhibitors. Koro pedang biji merah (Canavalia gladiata) memiliki kandungan protein dan garam yang cukup tinggi, asam hidroianik dan saponine. Karena biji koro mengandung racun maka perlu cara masak khusus untuk menetralkan racun sebelum dikonsumsi.
Perkembangan IPTEK yang pesat, saat ini biji koro pedang diolah menjadi bahan baku untuk industri farmasi dan kosmetika di Jepang dan Amerika Serikat. Industri yang bergerak di bidang pengolahan hasil tanaman pertanian di negara maju menggunakan bahan alami (natural ingredient) yang mempunyai kandungan unsur-unsur tertentu antara lain : protein tinggi, lemak dan minyak non kolesterol, enzym urease, asam amino dan zat-zat yang mengandung bius.

Budidaya tanaman koro pedang sangat mudah, dapat tumbuh baik di lingkungan
suboptimal bahkan untuk tanaman koro tipe menjalar dapat ditanam secara tumpangsari
dengan tanaman keras yang bernilai ekonomi sebagai rambatannya. Informasi tersebut
memnunjukkan potensinya untuk dikembangkan lebih lanjut.

BIOEKOLOGI TANAMAN TANAMAN KORO PEDANG
Biologi
1. Koro pedang tegak biji putih Canavalia ensiformis ( Jackbean )
Bentuk tanaman yang menyerupai perdu batangnya bercabang pendek dan lebat dengan jarak percabangan pendek dan perakaran termasuk akar tanggung. Bentuk daun trifoliat dengan panjang tangkai daun 7-10 cm, lebar daun sekitar 10 cm, tinggi tanaman dapat mencapai 1 meter. Bunga berwarna kuning, tumbuh pada ketiak/buku cabang.
Bunga termasuk bunga majemukdan berbunga mulai umur 2 bulan hingga umur 3 bulan.
Polong dalam satu tangkai berkisar 1 – 3 polong, tetapi umumnya 1 polong/tangkai.
Panjang polong 30 cm dan lebar 3,5 cm, polong muda berwarna hijau dan polongh tua berwarna kuning jerami. Biji berwarna putih dan tanaman koro dapat dipanen pada 9-12 bulan, namun terdapat varietas berumur genjah umur 4-6 bulan.
2. Koro pedang merambar biji merah Canavalia gladiata ( Swordbean ).
Bentuk tanamannya merambat dan selalu melilit kearah kanan (berlawanan dengan jarum jam). Akar termasuk akar tunggang dan batang tumbuh sangat kokoh dan diameter dapat mencapai 5 mm. Panjang kubu (intermode) sekitar 20 cm dengan selalu umbuhnya selalu keatas dan panjang/tinggi mencapai 10 m. Tangkai daun dan pangkal batang berwarna merah muda.
Panjang polong sekitar 40 cm lebar 5 cm dan warna polong tua coklat muda, umur tanaman sampai panen terakhir yaitu 9 –15 bulan. Biji berwarna merah atau coklat muda. Koro rambat berbiji coklat muda memiliki daun agak sempit dan kaku di banding tanaman berbiji merah yang memiliki daun lebih lebar dan kelopak bunga berwarna putih.

4. Ekologi
Tanaman koro pedang dapat tumbuh sampai ketinggian 2000 m d.p.l, tumbuh
baik pada suhu rata – rata 14 oC – 27oC di lahan tadah hujan atau 12 – 32oC di daerah tropik dataran rendah.
Tanaman koro pedang, terutama tipe tegak dapat tumbuh baik pada curah hujan tertinggi 4200 mm/tahun dan curah hujan terendah sampai 700 mm/tahun.
Sistim perakaran kedua tanaman tersebut sangat dalam sehingga dapat
menjangkau persediaan kadar air tanah yang cukup pada kondisi permukaan tanah kering, atau pada lahan kering di musim kemarau tanaman ini mampu tumbuh dan berbiji dengan baik.
Pertumbuhan kedua jenis tanaman koro pedang akan optimal bila mendapatkan sinar matahari penuh, namun pada kondisi ternaungi masih mampu menghasilkan biji dengan baik.
Kedua jenis tanaman koro tumbuh pada tekstur tanah dan kesuburan tanah
dengan kisaran yang luas, terutama koro tipe tegak. Koro tipe rambat dapat tumbuh baik pada tanah dengan daya pencucian tinggi dan miskin hara. Selain itu, tanaman koro pedang dapat tumbuh baik pada tanah asam pH asam sampai dengan netral (4,4 – 6,8)
dan juga pada daerah tergenang dan salin.

TEKNOLOGI PRODUKSI
Penyiapan Lahan:
  • Penyiapan lahan untuk koro pedang tipe tegak di lahan kering dapat dilakukan sebagaimana tanaman kacang-kacangan, seperti kedelai atau kacang tanah., Sedangkan untuk koro pedang tipe menjalar tidak perlu penyiapan lahan secara khusus, karena biasa ditanam secara tumpanmg sari dengan tanaman keras sebagari rambatan. 
Tanam: 
Untuk tanaman koro tipe tegak, biji ditanam secara berbaris dengan jarak tanam 80 cm -100 cm antara baris dan 40 cm-50 cm didalam baris Tanaman akan tumbuh cepat,, 6 minggu setelah tanam tanah sudah tertutup rapat dan 4-5 bulan setelah tanaman daun koro dapat digunakan sebagai pupuk hijau/pakan. Pupuk hijau tanaman koro tipe tegak sekitar 40 – 50 ton/bahan organik segar. Di AS, tumpangsari tanaman koro pedang denagn tanaman temkakau dan nenas yang diberi pupuk hijau daun koro dapat meningkatkan hasil tanaman tersebut yang signifikan. 
Untuk koro pedang tipe menjalar, biji ditanam mengikuti jarak tanaman keras dantingkat kepentinmgan penamanamannya. Pada perkebunan Kakao, Jeruk, dan kelapa di Amerika, kebutuhan pupuk hijau dapat dicukupi dari daun tanaman koro pedang. Pada tanaman koro, semakin panjang batang menjalar, semakin banyak polong yang dihasilkan. Panjang batang mencapai + 10 m, tergantung kesuburan dan kelembaban tanah.
Waktu Tanam:
Waktu penanaman yang paling tepat adalah pada akhir musim hujan sekitar bulan Maret di lahan tegal karena untuk pertumbuhan awal tanaman masih cukup air untuk pertumbuhan membentuk percabangan yang rimbun. Pada saat berbunga, pengisian polong dan pemasakan, keadaan cuaca dalam kondisi kering, sehingga pada bulan Agustus – September dapat mempercepat proses pemasakan biji.
Pemupukan:
Pemupukan tergantung dari tingkat kesuburan tanah dan tingkat hasil yang ingin dicapai. Tanaman koro pedang di Indonesia jarang dibudidayakan secara intensif.

Namun dosis pupuk 50 kg Urea, 100 kg SP 36 dan 75 kg KCl dapat digunakan sebagai patokan.

Panen
Tanaman koro pedang tipe tegak dapat dipanen pada umur 9-12 bulan, yang
ditandai oleh polong tua yang berwarna kuning jerami. Panen dapat dilakukan sekali atau
dua kali, sebab polong tidak mudah pecah. Sedangkan tanaman koro tipe merambat dapat
dipanen pada umur 12-15 bulan.

Hasil:
Hasil biji koro tergantung dari populasi tanaman, varietas dan teknik produksi.
Hasil biji tertinggi dilaporkan mencapai 4,6 ton biji kering, namun hasil biji koro di tingkat petani yang ditanam tidak teratur dilaporkan mencapai 0,7-1,0 t/ha dan ukuran biji 40-60 kg/100 biji.

POTENSI AGRIBISNIS
Kelamahan
  1. Kelemahan utama tanaman koro pedang adalah mengandung senyawa yang bersifat toksik berupa Con – Canavalia A dan B, tetapi penelitian di Guetamala telah dapat mengisolasi protein tanpa toksin. 
  2. Berumur panjang 9-15 bulan 
  3. Kurang promosi/soliaslisasi
Kekuatan
  1. Mudah dibudidayakan secara tumpangsari (ubikayu, Jagung, sengon, kopi, Kakao, pekaya dll). 
  2. Adaptif pada lahan kering masam 
  3. Penghasiil pupuk hijau sebanyak 40-50 t/ha umur 3-6 bulan 
  4. University Hospital di Taipei Medical Colage melaporkan bahwa ekstrak biji koro pedang dapat meningkatkan ketahanan tubuh dan mencegah penyakit kanker karena. Con canavalin A yang merupakan suatu protein bertindak sebagai anti bodi yang dapat mengaktifkan sel anti kanker atau sel T, dan juga mampu menggumpalkan VIRUS dan Spermatozoa serta dapat mengisolasi subtansi immonoglobulin dan glikoprotein darah.
Peluang:
  1. Di Jakarta terdapat perusahaan P.T Haldin Pacific Semesta di kawasan industri Cikarang – Bekasit yang menerima produk tanaman koro pedang yang akan diekspor ke Jepang dan USA. Oleh P.T Haldin Pacific Semesta harga koro pedang tipe tegak berbiji putih lebih murah dari harga koro pedang tipe menjalar berbiji merah. Harga koro pedang biji putih tahun 1997 dibeli PT tersebut dengan Rp 2500,-/kh, sedangkaan harga koro biji merah Rp. 6000/kg. Harga kedelai pada tahun yang sama Rp. 2500/kg dan kacang tanah Rp 2000/kg polong basah. 
  2. Koro pedang biji putih di Surakarta lebih laku daripada koro biji merh, sebag koro biji digunakan salah satu komponen pembuatan abon oleh pabrik abon.
Ancaman
1. Pasok koro saat ini dikuasai oleh Negara-negara Afrika
2. Perdagangan dalam negeri sangat monopoloistis

Potensi koro pedang untuk tempe
Kacang gude, komak, dan koro benguk, dan koro pedang biji putih/biji merah
dapat dibuat tempe. Masyarakat Trenggalek (Jawa Timur) biasa mengkonsumsi tempe koro pedang. Biji kacang-kacangan tersebut memiliki kulit yang keras sehingga sebelum dibuat tempe perlu pengupasan kulit biji secara mekanis.
Komak, koro benguk dan koro pedang mengandung senyawa beracun, sehingga
dalam pembuatan tempe, setelah kulit biji dukupas, direbus dengan air yang dicampur abu kapus dan selanjutnya biji direndam dalam air dua kali selama selama dua hari dua malam agar kandungan racun dapat dinetralkan. Perendaman terbaik bila dilakukan pada air yang mengalir, bila hal tersebut tidak dapat dilakukan (air tetap), maka air perlu sering diganti agar terhindar dari aroma kurang sedap. Proses selanjutnya, termasuk jenis ragi yang digunakan relatif sama dengan pembuatan tempe kedelai.
Rasa tempe koro pedang tidak seenak tempe kedelai, kenampakan tempe tidak
semenarik tempe kedelai, dan kandungan protein juga tidak setinggi kandungan protein tempe kedelai. Hal tersebut mungkin merupakan kelemahan. Namun keuatan yang menjadi peluang dari tempe koro pedang adalah dapat diolah lebih lanjut menjadi tepung atau keripik tempe dengan penggunaan yang lebih luas dan penampakan yang lebih dapat
diterima.

Sumber ( Jame A. Duke, 1929 )
Continue reading →

Posted by: Natural Nusantara
Distributor Natural Nusantara, Updated at: 17.18

Jumat, Maret 09, 2012

Tehnik Budidaya Nilam

A. PENDAHULUAN
Minyak nilam memberikan sumbangan cukup besar dalam penghasil devisa Negara di antara minyak atsiri lainnya. Namun produksi minyak nilam di Indonesia masih terbatas dan produksinya belum optimal. PT Natural Nusantara berusaha meningkatkan produksi minyak nilam secara kuantitas, kualitas dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

B. EKOLOGI
Tanaman nilam dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi dengan ketinggian optimal 10-400 mdpl, curah hujan antara 2500 - 3500 mm/th dan merata sepanjang tahun, suhu 24 - 280C, kelembaban lebih dari 75%, intensitas penyinaran matahari cukup, tanah subur dan gembur kaya akan humus.

C. PEMBIBITAN
  1. Stek diambil dari batang atau cabang yang sudah mengayu dari bagian tengah, berdiameter 0,8-1,0 cm, + 15-23 cm dan paling sedikit 3-5 mata tunas
  2. Siapkan bedengan persemaian, ukuran lebar 1,5 m, tinggi 30 cm dan panjang tergantung kebutuhan, parit selebar 30-40 cm dan dalamnya + 50 cm
  3. Tanah bedengan diolah sampai gembur dicampur pasir dengan perbandingan 2:1 dan selanjutnya diberi pupuk kandang matang yang telah dicampur Natural GLIO (1 sachet Natural GLIO + 25-50 kg Pupuk Kandang)
  4. Buat naungan menghadap ke timur dengan ketinggian 180 cm timur dan 120 cm barat, letakkan daun kelapa atau alang-alang di atas para-para.
  5. Stek ditanam posisi miring, bersudut 450 sedalam 10 cm dan jarak tanam 10 x 10 cm
  6. Siram dengan POC NASA (2-3 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10 - 15 liter air.
  7. Setelah umur 3-4 minggu bibit sudah siap dipindahkan ke lapangan (2-4 hari) sebelum bibit dipindah semprot POC NASA (3-4 tutup/tangki).
D. PENGOLAHAN LAHAN
  • Lahan dibersihkan dari jenis rumput-rumputan, kayu-kayuan dan semak belukar.
  • Tanah dicangkul atau dibajak serta digaru
  • Buat parit-parit pembuangan air lebar 30-40 cm dan dalamnya 50 cm
E. JARAK TANAM
  • Dataran rendah yang tanahnya subur 100 x 100 cm, tanah yang kandungan liatnya tinggi 50 x 100 cm
  • Pada tanah lipatit, 75 x 75 cm
  • Tanah berbukit dengan mengikuti garis contour 50 x 100 cm atau 30 x 100 cm
F. PENANAMAN
~ Secara tidak Langsung
  • Bibit stek dicabut dari persemaian umur 3-4 minggu, bila akar terlalu panjang sebaiknya dipotong supaya tidak mudah terserang busuk akar. - - - Setiap lubang tanam ditanami 1-2 bibit stek
~Secara Langsung
  • Tanam stek secara langsung di lahan 2-3 stek per lubang tanam
Catatan : Akan lebih baik pada penanaman secara langsung, sebelum di tanam stek direndam dulu dalam POC NASA (1-2 tutup) + HORMONIK ( 1 tutup ) per 5 -10 liter.>
G. PEMUPUKAN
Pemupukan dengan cara melingkar di sekililing pangkal tanaman
Dosis pupuk makro yang digunakan + adalah :
( lihat tabel dibawah )


Aplikasi

Urea
kg/ha

DS/TSP
kg/ha

KCl
Kg/ha

NASA
btl/ha

HRN
btl/ha

Saat Tanam


25 - 50


3 - 5
kocor


-

1 bulan

37,5


20

2 - 5
semprot

-

1 mgg setelah panen I


56,25


-


30


2,5 – 5
semprot


5 – 10
semprot

1 mgg
Setelah
Panen II


56,25


-


30


2,5 – 5
semprot


5 – 10
semprot

TOTAL

150

25 - 50

80

10-20

10 - 20

Siramkan SUPER NASA yang telah dicampur air, merata di atas bedengan, dosis ± 1 botol/1000 m2 dengan cara :
- alternatif 1 ; 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 lt air (jadi larutan induk). Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
- alternatif 2 ; setiap 1 gembor (10 lt) beri 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan.
POC NASA disemprotkan umur 20, 30, 50 dan 60 hari setelah tanam dengan dosis 4 - 5 tutup/tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup)/tangki.

H. PENYULAMAN
Penyulaman dilakukan satu bulan setelah tanam untuk mengganti tanaman yang mati atau kurang normal

I. PENYIANGAN
Dilakukan 2 bulan setelah tanam atau saat tanaman mencapai tinggi 20-30 cm dan cabang bertingkat dengan radius 20 cm. Selanjutnya setiap 3 bulan sekali

J. PEMANGKASAN
- Penjarangan dan pemangkasan dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam. Penjarangan dengan mencabut tanaman yang jaraknya terlalu rapat. - Pemangkasan pada tanaman yang terlalu rimbun dan menutupi cabang lainnya, yaitu pada cabang dari tingkat tiga ke atas. Untuk mempercepat tumbuhnya tunas baru, sebaiknya dalam tiap rumpun dibiarkan satu cabang saja yang tumbuh dan semprot dengan POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1-2 tutup) setelah pemangkasan.

K. PEMBUMBUNAN
Dilakukan setelah panen, cabang-cabang yang ditinggalkan setelah panen dan letaknya dekat dengan tanah ditimbun di dekat ujungnya setinggi 10-15 cm. Sedang cabang-cabang yang letaknya jauh dari tanah dipatahkan di bagian ujungnya, tetapi tidak terputus dari batangnya, sesudah itu bagian yang patah ditimbun dengan tanah.

L. PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
1. H a m a
a. Ulat Penggulung Daun (Pachyzaneba stutalis)
Ulat hidup dalam gulungan daun muda, sambil memakan daun yang tumbuh, serangan berat hanya tinggal tulang-tulang daun saja. Pengendalian : kumpulkan dan musnahkan .

b. Belalang ( Orthoptera )
Hama ini memakan daun, sehingga tanaman menjadi gundul. Serangan berat batang dimakan akhirnya mati. Pengendalian : sanitasi lingkungan .

c. Criket Pemakan Daun (Gryllidae)

Memakan daun muda sehingga daun berlubang-lubang dan produksi turun. Pengendalian : sanitasi lingkungan.

2. Penyakit

a. Budok (hoprosep)
Penyebabnya adalah virus, gejala daun keriting, berwarna abu-abu dan rontok, terbentuk benjolan-benjolan pada batang sampai akar bila dipijit baunya tidak enak. Penyakit ini tumbuh setelah musim kemarau dan disebabkan oleh pemangkasan yang terlalu berat saat panen. Pengendalian : sanitas kebun, Alat-alat kerja steril.

b. Penyakit Busuk Batang
Penyebabnya jamur Fusarium sp. dan menyerang pada akar atau batang. Batang terserang akan mengerut, warna berubah coklat lalu menghitam disekeliling batang dan akhirnya mati. Pengendalian : kurangi kelembaban dengan cara dipangkas, hindari luka, gunakan Natural GLIO + SUPERNASA. Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml ( ½ tutup) pertangki

M. PANEN DAN PASCA PANEN
  1. Panen dapat dilakukan pada umur 6 - 8 bulan setelah tanam
  2. Semua bagian tanaman nilam, yaitu akar, batang, cabang dan daun mengandung minyak atsiri
  3. Alat yang digunakan sabit, gunting, atau parang yang tajam dan bersih
  4. Panen pertama, bagian yang boleh dipangkas adalah cabang-cabang dari tingkat dua ke atas, sedang cabang-cabang tingkat pertama ditinggalkan
  5. Selesai panen pertama, bila cabang-cabang pertama jauh dari tanah dirundukkan tetapi tidak putus kemudian ditimbun tanah pada setiap tunasnya
  6. Setelah tanaman umur 9 bulan, tanaman dapat dipanen kedua kalinya dengan cara seperti panen pertama, sehingga akan diperoleh cabang-cabang baru dan anakan baru.
  7. Demikian selanjutnya sampai panenan pada bulan ke-12, 15, 18, 21, 24 , dst
  8. Panenan daun nilam dipotong-potong + 3-5 cm kemudian dijemur di bawah sinar matahari sampai kadar air 15 % kemudian di suling.

Continue reading →

Posted by: Natural Nusantara
Distributor Natural Nusantara, Updated at: 15.47

Sabtu, Juli 02, 2011

Durian Organik pake Nasa



Dengan teknologi dari NASA, panen durian tidak lagi bijian tapi sudah puluhan biji.
Pupuk yang digunakan antara lain : SUPERNASA, POWER NUTRITION, HORMONIK dan METILAT.
Continue reading →

Posted by: Natural Nusantara
Distributor Natural Nusantara, Updated at: 21.32

Minggu, Juni 12, 2011

Membuat Nilai Tambah dalam Bisnis


Dalam bisnis ini kita harus selalu mempunyai nilai tambah, sebetulnya nilai tambah itu secara garis besar di bagi tiga. Anda hanya bisa ambil dua , jarang sekali anda bisa tiga tiganya. Ini saya ambil dan belajar dari Michael Tracy bagaimana ”Double Digit Grow”.
Ini buku yang sangat bagus dan bagaimana kita tumbuh dua kali lipat. Dia cerita tentang IBM dan perusahaan yang tumbuhnya cuma dua sekian persen tapi ada juga yang 11% dan 20%,dan terus tumbuh. Dan ada Jhonson n jhonson yang tumbuh selama 59 tahun bisnis nya terus tumbuh dan tumbuh terus. Dan saya pun masih terus harus belajar, disini dikatakan oleh Michael Tracy ada tiga keunggulan bisnis.
Satu adalah murah, anda dengan operasional yang paling ringkes dan paling efisien anda bisa murah. Bisa seperti toko buku saya, satu keunggulannya adalah murah, parkir gratis dan segala macam yang lainnya, yang kedua keunggulan berikutnya adalah unggul dalam mutu produk – produk anda, dahsyat luar biasa , mutunya lebih baik di banding yang lain, yang ketiga adalah servisnya atau pelayanannya. Hanya tiga menurut dia dan servis itu termasuk kecepatan..
Action Plan :
  1. Apa nilai tambah Perusahaan Anda?
  2. Bagaimana di banding dengan Perusahaan kompetitor?
  3. Buat nilai tambah yang dapat meningkatkan penjualan
Demikian dari Saya, Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih banyak lagi, Anda bisa mendapatkannya secara Gratis sebuah eBook TDW University – Business Session karya mentor Saya Tung Desem Waringin sebuah panduan untuk meningkatkan kekayaan Anda. Segera klik TDW Mastery,
Anda bisa mendapatkannya di sini : http://bit.ly/bukumotivasigratis

Continue reading →

Posted by: Natural Nusantara
Distributor Natural Nusantara, Updated at: 12.38

Jumat, April 29, 2011

Tehnik Budidaya Sengon dengan NASA

Tehnik Budidaya Sengon


Pendahuluan
Sengon dalam bahasa latin disebut Albazia Falcataria, termasuk famili Mimosaceae, keluarga petai – petaian. Di Indonesia, sengon memiliki beberapa nama daerah seperti berikut :
Jawa :jeunjing, jeunjing laut (sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut, atau sengon sabrang (jawa),Maluku : seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), dan gosui (Tidore)

Bagian terpenting yang mempunyai nilai ekonomi pada tanaman sengon adalah kayunya. Pohonnya dapat mencapai tinggi sekitar 30–45 meter dengan diameter batang sekitar 70 – 80 cm. Bentuk batang sengon bulat dan tidak berbanir. Kulit luarnya berwarna putih atau kelabu, tidak beralur dan tidak mengelupas. Berat jenis kayu rata-rata 0,33 dan termasuk kelas awet IV - V.

Kayu sengon digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, peti kas, perabotan rumah tangga, pagar, tangkai dan kotak korek api, pulp, kertas dan lain-lainnya.

Tajuk tanaman sengon berbentuk menyerupai payung dengan rimbun daun yang tidak terlalu lebat. Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda dengan anak daunnya kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari udara bebas.

Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah. Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur.

Dengan sifat-sifat kelebihan yang dimiliki sengon, maka banyak pohon sengon ditanam ditepi kawasan yang mudah terkena erosi dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah melalui DEPHUTBUN untuk menggalakan ‘Sengonisasi’ di sekitar daerah aliran sungai (DAS) di Jawa, Bali dan Sumatra.
Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malai berukuran sekitar 0,5 – 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari bunga jantan dan bunga betina, dengan cara penyerbukan yang dibantu oleh angin atau serangga.

Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, dan panjangnya sekitar 6 – 12 cm. Setiap polong buah berisi 15 – 30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil dan jika sudah tua biji akan berwarna coklat kehitaman,agak keras, dan berlilin.

Habitat Sengon

Tanah
Tanaman Sengon dapat tumbuh baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan kemasaman tanah sekitar pH 6-7.

Iklim
Ketinggian tempat yang optimal untuk tanaman sengon antara 0 – 800 m dpl. Walapun demikian tanaman sengon ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Sengon termasuk jenis tanaman tropis, sehingga untuk tumbuhnya memerlukan suhu sekitar 18 ° – 27 °C.

Curah Hujan
Curah hujan mempunyai beberapa fungsi untuk tanaman, diantaranya sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk gula dan pati, sarana transpor hara dalam tanaman, pertumbuhan sel dan pembentukan enzim, dan menjaga stabilitas suhu. Tanaman sengon membutuhkan batas curah hujan minimum yang sesuai, yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering, namun juga tidak terlalu basah, dan memiliki curah hujan tahunan yang berkisar antara 2000 – 4000 mm.

Kelembaban

Kelembaban juga mempengaruhi setiap tanaman. Reaksi setiap tanaman terhadap kelembaban tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Tanaman sengon membutuhkan kelembaban sekitar 50%-75%.

Keragaman Penggunaan dan Manfaat Kayu sengon

Pohon sengon merupakan pohon yang serba guna. Dari mulai daun hingga perakarannya dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan.

Daun
Daun Sengon, sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti sapi, kerbau, dfan kambingmenyukai daun sengon tersebut.

Perakaran
Sistem perakaran sengon banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium. Hal ini menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon dapat membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya tanah ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani penggarapnya.

Kayu
Bagian yang memberikan manfaat yang paling besar dari pohon sengon adalah batang kayunya. Dengan harga yang cukup menggiurkan saat ini sengon banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan berupa papan papan dengan ukuran tertentu sebagai bahan baku pembuat peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam kontruksi, industri korek api, pensil, papan partikel, bahan baku industri pulp kertas dll.

Pembibitan Sengon
a) Benih
Pada umumnya tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon yang dijadikan benih harus terjamin mutunya. Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit. Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut :
  1. Kulit bersih berwarna coklat tua
  2. Ukuran benih maksimum
  3. Tenggelam dalam air ketika benih direndam, dan
  4. Bentuk benih masih utuh.

Selain penampakan visual tersebut, juga perlu diperhatikan daya tumbuh dan daya hidupnya, dengan memeriksa kondisi lembaga dan cadangan makanannya dengan mengupas benih tersebut. Jika lembaganya masih utuh dan cukup besar, maka daya tumbuhnya tinggi.

b) Kebutuhan Benih
Jumlah benih sengon yang dibutuhkan untuk luas lahan yang hendak ditanami dapat dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sederhana berikut :

Keterangan :

  1. Luas kebun penanaman sengon 1 hektar (panjang= 100 m dan lebar= 100 m)
  2. Jarak tanam 3 x 2 meter
  3. Satu lubang satu benih sengon
  4. Satu kilogram benih berisi 40.000 butir
  5. Daya tumbuh 60 %
  6. Tingkat kematian selama di persemaian 15 %

Dengan demikian jumlah benih = 100 / 3 x 100/2 x 1 = 1.667 butir. Namun dengan memperhitungkan daya tumbuh dan tingkat kematiannnya, maka secara matematis dibutuhkan 3.705 butir. Sedangkan operasionalnya, untuk kebun seluas satu hektar dengan jarak tanam 3 x 2 meter dibutuhkan benih sengon kira-kira 92,62 gram, atau dibulatkan menjadi 100 gram.

c) Perlakuan benih
Sehubungan dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal serta segera berkecambah apabila dalam keadaan lembab, maka sebelum benih disemaikan , sebaiknya dilakukan treatment guna membangun perkecambahan benih tersebut, yaitu : Benih direndam dalam air panas mendidih (80 C) selama 15 – 30 menit. Setelah itu, benih direndam kembali dalam air dingin sekitar 24 jam, lalu ditiriskan. untuk selanjutnya benih siap untuk disemaikan.

d) Pemilihan Lokasi Persemaian
Keberhasilan persemaian benih sengon ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persemaian sebagai berikut :

  1. Lokasi persemaian dipilih tempat yang datar atau dengan derajat kemiringan maksimum 5%
  2. Diupayakan memilih lokasi yang memiliki sumber air yang mudah diperoleh sepanjang musim ( dekat dengan mata air, dekat sungai atau dekat persawahan).
  3. Kondisi tanahnya gembur dan subur, tidak berbatu/kerikil, tidak mengandunh tanah liat.
  4. Berdekatan dengan kebun penanaman dan jalan angkutan, guna menghindari kerusakan bibit pada waktu pengangkutan.

Untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah besar perlu dibangun persemaian yang didukung dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, antara lain bangunan persemaian, sarana dan prasarana pendukung, sarana produksi tanaman dll. Selain itu ditunjang dengan ilmu pengetahuan yang cukup diandalkan.

Langkah-Langkah Penyemaian Benih Sengon
Terlepas dari kegiatan pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung maka langkah-langkah penyemaian benih dapat dibagi benjadi tahap – tahap kegiatan sebagai berikut:

a) Penaburan
Kegiatan penaburan dilakukan dengan maksud untuk memperoleh prosentase kecambah yang maksimal dan menghasilkan kecambah yang sehat. Kualitas kecambah ini akan mendukung terhadap pertumbuhan bibit tanaman, kecambah yang baik akan menghasilkan bibit yang baik pula dan hal ini akan dapat membentuk tegakan yang berkualitas.

Bahan dan alat yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penaburan adalah sebagai berikut :

    * Benih
    * Bedeng tabur/bedeng kecambah
    * Media Tabur, campuran pasir dengan tanah 1 : 1
    * Peralatan penyiraman
    * Tersedianya air yang cukupdan sebagainya.

Teknik pelaksanaan, bedeng tabur dibuat dari bahan kayu/bambu dengan atap rumbia dengan ukuran bak tabur 5 x 1 m ukuran tinggi naungan depan 75 cm belakang 50 cm.. kemudian bedeng tabur disi dengan media tabur setebal 10 cm , usahakan agar media tabur ini bebas dari kotoran/sampah untuk menghindari timbulnya penyakit pada kecambah.

Penaburan benih pada media tabur dilakukan setelah benih mendapat perlakuan guna mempercepat proses berkecambah dan memperoleh prosen kecambah yang maksimal. Penaburaan dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari untuk menghindari terjadinya penguapan yang berlebihan.

Penaburan ini ditempatkan pada larikan yang sudah dibuat sebelumnya, ukuran larikan tabur ini berjara 5 cm antar larikan dengan kedalaman kira – kira 2,0 cm. Usahakan benih tidak saling tumpang tindih agar pertumbuhan kecambah tidak bertumpuk. Setelah kecambah berumur 7 – 10 hari maka kecambah siap untuk dilakukan penyapihan.

Penyapihan Bibit

Langkah-langkah kegiatan penyapihan bibit antara lain adalah :

    * Siapkan kantong plastik ukuran 10 x 20 cm, dan dilubangi kecil-kecil sekitar 2 – 4 lubang pada bagian sisi-sisinya.
    * Masukkan media tanam yang berupa campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Jika tanah cukup gembur, jumlah pasir dikurangi.
    * Setelah media tanam tercampur merata, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plasitk setinggi ¾ bagian, barulah kecambah sengon ditanam, setiap kantong diberi satu batang kecambah.
    * Kantong plastik yang telah berisi anakan, diletakkan dibawah para-para yang diberi atap jerami atau daun kelapa, agar tidak langsung tersengat terik matahari.
    * Pada masa pertumbuhan anakan semai sampai pada saat kondisi bibit layak untuk ditanam di lapangan perlu dilakukan pemeliharaan secara intensif.

c) Pemeliharaan
Pemeliharaan yang dilakukan terhadap bibit dipersemaian adalah sebagai berikut :

Penyiraman
Penyiraman yang optimum akan memberikan pertumbuhan yang optimum pada semai / bibit. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari maupun siang hari dengan menggunakan nozle. Selanjutnya pada kondisi tertentu, penyiraman dapat dilakukan lebih banyak dari keadaan normal, yaitu pada saat bibit baru dipindah dari naungan ke areal terbuka dan hari yang panas.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan menggunakan larutan "gir". Adapun pembuatan larutan "gir" adalah sebagai berikut :

    * Siapkan drum bekas dan separuh volumenya diisi pupuk kandang.
    * Tambahkan air sampai volumenya ¾ bagian.
    * Tambahkan 15 kg TSP, lalu diaduk rata.
    * Tambahkan 500 gr pupuk SUPERNASA.
    * Biarkan selama seminggu dan setelah itu digunakan untuk pemupukan.

Dosis pemupukan sebanyak 2 sendok makan per 2 minggu, pada umur 6 bulan, ketika tingginya 70 – 125 cm, bibit siap dipindahkan ke kebun.

Penyulaman
Penyulaman dilakukan apabila bibit ada yang mati dan perlu dilakukan dengan segera agar bibit sulaman tidak tertinggal jauh dengan bibit lainnya.

Penyiangan
Penyiangan terhadap gulma, dilakukan dengan mencabut satu per satu dan bila perlu dibantu dengan alat pencungkil, namun dilakukan hati –hati agar jangan sampai akar bibit terganggu.

Pengendalian Hama dan Penyakit
Beberapa hama yang biasa menyerang bibit adalah semut, tikus rayap, dan cacing, sedangkan yang tergolong penyakit ialah kerusakan bibit yang disebabkan oleh cendawan.

Untuk mengatasi serangan cendawan atau jamur pada tanaman bibit sengon bisa diantisipasi pada saat awal pembenihan. Caranya dengan menggunakan GLIO. GLIO merupakan produk pengendali hama & penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara.

Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Natural GLIO, mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.

Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

Petunjuk Aplikasi :

    * 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25-50 kg, diamkan kurang lebih 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
    * Untuk tanaman yang sudah terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2-3 kg lalu diamkan kurang lebih 1 minggu baru digunakan. Dosis 2-3 sendok makan pada tanaman terserang.

Seleksi bibit
Kegiatan seleksi bibit merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum bibit dimutasikan kelapangan, maksudnya yaitu mengelompokan bibit yang baik dari bibit yang kurang baik pertumbuhannya. Bibit yang baik merupakan prioritas pertama yang bisa dimutasikan kelapangan untuk ditanam sedangkan bibit yang kurang baik pertumbuhannya dilakukan pemeliharaan yang lebih intensip guna memacu pertumbuhan bibit sehingga diharapkan pada saat waktu tanam tiba kondisi bibit mempunyai kualitas yang merata.

Penyiapan Lahan
Penyiapan lahan pada prinsipnya membebaskan lahan dari tumbuhan pengganggu atau komponen lain dengan maksud untuk memberikan ruang tumbuh kepada tanaman yang akan dibudidayakan. Cara pelaksanaan penyipan lahan digolongkan menjadi 3 cara, yaitu cara mekanik, semi mekanik dan manual. Jenis kegiatannya terbagi menjadi dua tahap ;

Pembersihan lahan, yaitu berupa kegiatan penebasan terhadap semak belukar dan padang rumput. Selanjutnya ditumpuk pada tempat tertentu agar tidak mengganggu ruang tumbuh tanaman.

Pengolahan tanah, dimaksudkan untuk memperbaiki struktur tanah dengan cara mencanggkul atau membajak (sesuai dengan kebutuhan).

Penanaman
Jenis kegiatan yang dilakukan berupa :

    * Pembuatan dan pemasangan ajir tanam : Ajir dapat dibuat dari bahan bambu atau kayu dengan ukuran, panjang 0,5 – 1 m, lebar 1 – 1,5 cm. Pemasangangan ajir dimaksudkan untuk memberikan tanda dimana bibit harus ditanam, dengan demikian pemasangan ajir tersebut harus sesuai dengan jarak tanam yang digunakan.
    * Pembuatan lobang tanam. Lobang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada ajir yang sudah terpasang.
    * Pengangkutan bibit, ada dua macam pengangkutan bibit yaitu pengankuatan bibit dari lokasi persemaian ketempat penampungan bibit sementara di lapangan (lokasi penanaman), dan pengangkutan bibit dari tempat penampungan sementara ke tempat penanaman.
    * Penanaman bibit, pelaksanaan kegiatan penanaman harus dilakukan secara hati – hati agar bibit tidak rusak dan penempatan bibit pada lobang tanam harus tepat ditengah-tengah serta akar bibit tidak terlipat, hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit selanjutnya.

Pemeliharaan

Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan berupa kegiatan :

    * Penyulaman, yaitu penggantian tanaman yang mati atau sakit dengan tanaman yang baik, penyulaman pertama dilakukan sekitar 2-4 minggu setelah tanam, penyulaman kedua dilakukan pada waktu pemeliharaan tahun pertama (sebelum tanaman berumur 1 tahun). Agar pertumbuhan bibit sulaman tidak tertinggal dengan tanaman lain, maka dipilih bibit yang baik disertai pemeliharaan yang intensif.
    * Penyiangan. Pada dasarnya kegiatan penyiangan dilakukan untuk membebaskan tanaman pokok dari tanaman penggagu dengancara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. Disamping itu tindakan penyiangan juga dimaksudkan untuk mencegah datangnya hama dan penyakit yang biasanya menjadikan rumput atau gulma lain sebagai tempat persembunyiannya, sekaligus untuk memutus daur hidupnya. Penyiangan dilakukan pada tahun-tahun permulaan sejak penanaman agar pertumbuhan tanaman sengon tidak kerdil atau terhambat, selanjutnya pada awal maupun akhir musim penghujan, karena pada waktu itu banyak gulma yang tumbuh.
    * Pendangiran. Pendangiran yaitu usaha mengemburkan tanah disekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanman.
    * Pemangkasan. Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna (tergantung dari tujuan penanaman).
    * Penjarangan. Penjarangan dillakukan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih leluasa bagi tanaman sengon yang tinggal. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 2 dan 4 tahun, Penjarangan pertama dilakukan sebesar 25 %, maka banyaknya pohon yang ditebang 332 pohon per hektar, sehingga tanaman yang tersisa sebanyak 1000 batang setiap hektarnya dan penjarangan kedua sebesar 40 % dari pohon yang ada ( 400 pohon/ha ) dan sisanya 600 pohon dalam setiap hektarnya merupakan tegakan sisa yang akan ditebang pada akhir daur. Cara penjarangan dilakukan dengan menebang pohon-pohon sengon menurut sistem "untu walang" (gigi belakang) yaitu : dengan menebang selang satu pohon pada tiap barisan dan lajur penanaman.

Sesuai dengan daur tebang tanaman sengon yang direncanakan yaitu selama 5 tahun maka pemeliharaan pun dilakukan selama lima tahun. Jenis kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tanaman. Pemeliharaan tahun I sampai dengan tahun ke III kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan dapat berupa kegiatan penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupukan dan pemangkasan cabang. Pemeliharaan lanjutan berupa kegiatan penjarangan dengan maksud untuk memberikan ruang tumbuh kepada tanaman yang akan dipertahankan, presentasi dan prekuensi penjarangan disesuaikan dengan aturan standar teknis kehutanan yang ada.
Continue reading →

Posted by: Natural Nusantara
Distributor Natural Nusantara, Updated at: 02.18

Recent Comment

 

Kunjungan

IntermeZo

Indonesian Freebie Web and Graphic Designer Resources

Copyright 2010 Distributor Produk Natural Nusantara. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin l Home Recording l Distorsi Blog